27 August 2015

Menghilangkan Password pada Berkas PDF

Saya masih bingung antara terproteksi dengan password atau terenkripsi dengan algoritme tertentu. Bank besar di Indonesia mengirimkan lampiran dengan label [WARNING : MESSAGE ENCRYPTED] e-Statement. Tidak lucu jika lampiran tersebut saya cetak dijadikan lampiran dalam laporan. Mau tidak mau harus menyunting informasi yang dianggap pribadi.

Piranti untuk menyunting seperti GIMP, Inkscape dan LibreOffice Draw ternyata tidak mendukung berkas PDF yang terproteksi dengan password. Jadi sebelum berkas disunting harus membuang password terlebih dahulu. Saya menggunakan PDFTK untuk membuangnya,  pdftk berkas-password.pdf input_pw KataKuncu output berkas-bebas-password.pdf. Setelah password hilang saya baru bisa melakukan proses penyuntingan. 

Selain PDFTK masih banyak lagi alat bantu yang dapat digunakan di Linux. Alat bantu lainnya dapat Anda ikuti petunjuk disini.

10 August 2015

Inilah Tulisan Pilihan #IDSECCONF2015

Perhelatan konferensi keamanan informasi di Indonesia yang biasa dikenal Indonesia Securtity Conference pada tahun 2015 akan diselenggarakan di Cirebon. Kota yang mengingatkan masa kecil saya tentang perjuangan seorang orang tua yang lepas dari maut gas beracun di Dieng untuk menjalani terapi dan  pemulihan. Selain itu Cirebon bagi saya memiliki kenangan khusus tentang kuliner yaitu Tahu Gejrot. Saat tinggal di Jakarta, Tahu Gejrot menjadi cemilan yang sering saya santap di terminal Blok M.

Upppss.... kok ngelatur ke kuliner. Acara dengan tanda pagar #IDSECCONF2015 ini akan diselenggarakan di Islamic Center Gedung At-Taqwa pada tanggal 5-6 September 2015. Pihak Komite ID-SecConf telah memilih tulisan yang telah dikirim oleh penggiat atau profesional bidang keamanan informasi dari seluruh Indonesia. Tulisan pilihan Komite ID-SecConf yang akan disampaikan di Cirebon sebagai berikut:
1. Firmware Hacking, Slash the Pineapple for Fun
2. Pendekatan Secure by Design pada Cluster Resource Allocation untuk Pusat Data
3. Laron: Aplikasi Akuisisi Berbasis SNI 27037:2014 pada Ponsel Android
4. Penetration Tool Berbasis Sistem Terdistribusi untuk Analisa Vulnerability pada Web Application
5. RAT Malware Android With Raspberry Pi Server
6. Studi dan Implementasi Keamanan User Privacy menggunakan CP-ABE

Tidak hanya konferensi dengan pemaparan tulisan pilihan Komite, tentu akan ada acara lain yang tak kalah menarik seperti diskusi dan Capture the Flag. Bagi yang tertarik mengikuti konferensi ini ayo mulai sekarang menabung dan mengurangi uang jajan. Jangan lupa pantau terus situs web http://2015.idsecconf.org dan akun twitter @idsecconf untuk mengikuti perkembangan pelaksanaan rangkaian acara ID-SecConf tahun 2015.

31 July 2015

Installasi MIUI v5.7.24 di Galaxy Nexus

Ketidaktahuan merubah atau cara installasi sistem operasi baru ke Galaxy Nexus membuat ponsel ini mengalami bootloop. Beberapa waktu, mungkin hampir 2 bulan nganggur tidak tersentuh karena bingung ngoprek-nya. Bermodalkan LinuxMint dan paket android-tools-adb dan android-tools-fastboot saya mencoba ngoprek ulang Galaxy Nexus disaat orang-orang memperbarui ke Windows 10. Cara installasinya sudo apt-get install android-tools-adb android-tools-fastboot.

Bootloop
Saya pikir setelah proses installasi melalui ClockworkMod urusan selesai. Ternyata ada prosedur yang harus dilakukan sebelum melakukan installasi dari berkas .zip. Intinya setelah Anda push berkas menggunakan perintah adb push miui_GalaxyNexus_4.8.8_4115f7159a_4.2.zip /sdcard/ jangan lupa melakukan Wipe Data/Factory Reset dan Wipe Cache Partition saat sudah masuk ke ClockworkMod Recovery.

Saya sebelumnya lupa melakukan 2 hal tersebut yang mengakibatkan bootloop. Setelah 2 hal tersebut dilakukan hasilnya sukses melakukan installasi miui_GalaxyNexus_4.8.8_4115f7159a_4.2.zip ke Galaxy Nexus.

Masih Kurang Puas
Karena jamannya MIUI v6 saya mencoba memperbarui saja dengan mengunduh miui_GN_fyt_5.7.24_c7dc88c7eb_4.4.zip dan mengunggah ke Galaxy Nexus. Tentu tidak lupa melakukan Wipe Data/Factory Reset dan Wipe Cache Partition sebelum melakukan installasi miui_GN_fyt_5.7.24_c7dc88c7eb_4.4.zip.

Sekilas proses lancar dan tidak terjadi kendala. Saat reboot ternyata bootloop lagi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya walaupun bootloop masih ditangani dengan masuk ke recovery, mengetikan perintah adb boot recover. Ternyata muncul galat No Command. Puyeng lagi..... Namun masih bersyukur karena masih bisa mengakses adb shell dan sejenisnya sehingga masih mencari akal supaya bisa diperbaiki.

Fastboot
Ini Fastboot bukan Fastfood.... Hilangnya ClockworkdMod membuang kepanikan tersendiri seakan-akan tidak bisa diselamatkan si-ponsel dan harus lapor polisi terdekat. Coba segala cara telah dilakukan untuk bisa "membenamkan" kembali ClockworkMod ke dalam Galaxy Nexus. Akhirnya menemukan sebuah cara, lagi-lagi cuma mainan adb dan fastboot. Ingat yaa fastboot bukan fastfood, maklum sudah lapar gara-gara mikir Galaxy Nexus.

Ponsel tertancap ke notebook melalui kabel data, jalankan perintah adb reboot bootloader tunggu sebentar, selanjutnya ketikan perintah fastboot devices. Ternyata menghasilkan sebuah keluaran. Langsung saja unduh recovery-clockwork-6.0.4.7-maguro.img di https://www.clockworkmod.com/rommanager.

Tanpa pikir panjang reboot ponsel sehingga dalam kondisi bootloop (biar lebih mantap kalo di-reboot hehehehe). Ketik perintah adb reboot bootloader setelah masuk ke bootloader ketikan fastboot flash recovery recovery-clockwork-6.0.4.7-maguro.img. Reboot lagi dan masih dalam tampilan bootloop, ketikan adb reboot recovery dan mulai melakukan ritual Wipe Data/Factory Reset dan Wipe Cache Partition yang dilanjutkan installasi miui_GN_fyt_5.7.24_c7dc88c7eb_4.4.zip.

Reboot dalam kondisi putus asa karena tertampil seperti bootloop, pulang ke rumah seakan-akan tanpa hasil dan ponsel dibiarkan dalam kondisi menyala. Sekitar 2km berjalan seperti terdengar suara dari Galaxy Nexus, jreeengggg..... terlihat tampilan MIUI v6. Minggir dan menghentikan kendaraan untuk melanjutkan konfigurasi awal MIUI v6 dan saat pulang serasa membawa sekarung uang hahahaha.

Google Play Store
Ngoprek dilanjut dirumah namun disebabkan koneksi tidak stabil dan tampilan peramban bawaan yang selalu mengarahkan bahasa mandarin membuat saya kerepotan. Pagi ini saya coba melalui komputer menemukan sebuah cara supaya MIUI v6 yang terinstall memiliki Google Play Store. Sebelumnya saya pake F-Droid untuk mengunduh beberapa aplikasi kesukaan nan asik. 

MIUI v6 yang terinstall di Galaxy Nexus tidak terinstall Google Play Store. Tanpa Google Play Store seakan-akan masakan tanpa penyedap rasa. Melalui petunjuk di http://en.miui.com/thread-3998-1-1.html akhirnya MIUI v6 di Galaxy Nexus serasa sudah siap tempur. Melihat linimasa banyak yang berhasil memperbarui komputer dengan Windows 10, saya juga sama... Memperbarui ponsel dengan MIUI v6.


 



26 July 2015

Kenaikan Tarif Periksa Nomor Telkomsel

Dalam forensik seluler memeriksa nomor ponsel bisa menggunakan perintah USSD. Setiap operator perintah USSD untuk memeriksa nomor berbeda-beda. Untuk memeriksa nomor ponsel dengan operator Telkomsel dengan mengetikan *808#.

Uniknya untuk memeriksa nomor ponsel Telkomsel masang tarif Rp. 25 sudah termasuk pajak. Sebelumnya pada Mei 2015 saya juga mencoba memeriksa nomor ponsel dikenai biaya Rp. 17 juga sudah termasuk pajak. Padahal operator lain tidak pasang tarif.

Lebih tepatnya kemarin (25/07) saya memeriksa nomor ponsel yang dikenai biaya Rp. 25. Memang kenaikannya cuma Rp. 8. Walaupun kecil tapi aneh saja...saat operator lain bebas biaya, Telkomsel masang tarif hehehe....

10 July 2015

Menonaktifkan DH Key pada Zimbra

Setelah rilis Firefox v38 ternyata menimbulkan masalah pada beberapa komputer terkait akselerasi perangkat keras. Pada versi terbaru, v39 juga memunculkan masalah pada beberapa sistem terkait kunci Diffie-Hellman.

Beberapa pengguna Zimbra sebagai peladen surel mengalami masalah dengan galat, An error occurred during a connection to YOUR IP. SSL received a weak ephemeral Diffie-Hellman key in Server Key Exchange handshake message. (Error code: ssl_error_weak_server_ephemeral_dh_key). Solusinya untuk mengatasi kunci Diffie-Hellman sebagai berikut:
1. Akses ke peladen Zimbra
2. Login sebagai pengguna zimbra, su - zimbra
3. Ketik perintah zmprov -l kemudian ketikan 2 perintah dibawah ini
mcf +zimbraSSLExcludeCipherSuites TLS_DHE_RSA_WITH_AES_128_CBC_SHA
mcf +zimbraSSLExcludeCipherSuites TLS_DHE_RSA_WITH_AES_256_CBC_SHA
4. Keluar dari konsol prov> dengan mengetikan exit
5. Restart mailboxd, zmmailboxdctl restart

Sumber: https://wiki.zimbra.com/wiki/Disabling_the_use_of_weak_DH_keys_in_Zimbra_Collaboration_mailboxd

06 July 2015

HP LaserJet P1102 di LinuxMint

Lama sekali bisa terkoneksi secara langsung dengan printer. Seringnya mengambil memanfaatkan printer yang terkonfigurasi untuk bersama-sama. Pertama kali konfigurasi atau menambahkan printer HP LaserJet P1102 di LinuxMint 17.1 lancar jaya tidak ada kendala sedikit pun. Cukup memanfaatkan HPLIP Toolbox tinggal klak-klik sudah beres proses penambahan printer.

2 hari kemudian komputer saya perbarui ke LinuxMint 17.2. Proses pembaruan tidak ada kendala sama sekali, terbilang lancar. Namun setelah selesai proses pembaruan muncul masalah tidak bisa terhubung dengan HP LaserJet P1102. Padahal HPLIP-nya menggunakan versi lebih tinggi yaitu v3.15.2.

Permasalahannya ternyata belum terinstallnya Driver Plug-in untuk HPLIP v3.15.2. Pastikan unduh terlebih dahulu Driver Plug-in di https://www.openprinting.org/download/printdriver/auxfiles/HP/plugins/ yang disesuaikan versinya. Saya memilih hplip-3.15.2-plugin.run. Selanjutnya pada bagian pilihan Plug-in Installation pilih Select and install an existing local copy of the plug-in file dan arahkan Driver Plug-in yang telah terunduh. 

Proses installasi saya ikuti dan akhirnya saya bisa memulai mencetak menggunakan HP LaserJet P1102 dari LinuxMint.

03 July 2015

1 Baris Perintah dengan Beberapa Perintah

Pertama kali belajar Linux dimulai dengan kelebihan Linux yaitu saat menulis sebuah perintah dalam terminal. Menggunakan Linux kita bisa menulis beberapa perintah yang ditulis dalam 1 baris perintah saja. Awalnya saya tidak percaya kelebihan tersebut. Dicoba dengan 2 perintah jadi 1 baris perintah ternyata berhasil.

Tidak sekedar itu saja ternyata dalam 1 baris perintah bisa berbagai perintah yang merupakan kombinasi beberapa fungsi. Sebagai contoh, setiap proses yang berjalan memiliki sebuah ID. Biasanya langkah manualnya adalah menjalankan perintah ps ax kemudian mencari proses yang dicari. Setelah dicari proses tersebut ingin dihentikan dengan perintah kill. Gambaran langkahnya sebagai berikut:
1. ps ax atau ps axu atau ps ax|grep NamaProses
2. kill -9 ID-Proses

Jika ingin dikombinasikan dan dimasukan dalam shell script maka perintah tersebut menjadi ps ax| grep 'NamaProses' | grep -v 'grep' | awk '{print $1}' | xargs kill -9. Baris perintah ini saya masukan ke dalam shell script dan terasa lebih efektif.