Pagi hari saat jaga rumah sendirian tiba-tiba perut ini terasa lapar. Oleh sebab itu terfikir untuk membuat "sarapan". Makanan yang lama tidak saya makan adalah Martabak Mie. Akhirnya saya langsung ke dapur untuk melihat persedian mie. Ternyata ada mie. Hal yang menggelitik saya adalah mie tersebut untuk korban gempa di Jogja waktu lalu. Usut punya usut, mie tersebut didapat dari para korban gempa yang kebanjiran stok mie instan. Mie ini hasil bantuan dari masyarakat Jepang. Dalam hati saya kok katanya korban gempa ada yang masih kekurangan sumbangan. Ternyata ini malah kebanjiran. Apakah salah drop bantuan?Apakah ada unsur penimbunan?Apakah ada unsur keserakahan dari masyarakat? Saya tidak tahu. Menurut cerita rekan-rekan korban gempa, di daerah-daerah terpencil justru tidak merasa kekurangan bahan makanan atau bantuan. Mereka saling bantu membantu, bahu membahu, gotong royong untuk membangun desanya kembali. Mereka juga tidak mengharapkan dan mengira kalau ada bantuan dari ...