21 September 2006

Nostalgia-Jogja-Nostalgila

Dalam rangka mengantarkan Mama+Bapak pulang ke Wonosobo via Jogja. Saya mendapatkan pengalaman seru sebagai nostalgia saya di Jogja. Pukul 11.00 kami sudah mendarat di Bandara Adi Sucipto Jogja. Berhubung bawaan kami banyak dan berat jadi harus agak lama untuk menunggu barang tersebut diturunkan dari pesawat. Mama+Bapak cari tiket JOG-MDC saya menunggu mobil jemputan. Ketika saya melihat salah satu personel SLANK saya lupa namanya kalau tidak Abdee / Ivanka. Rencana mau foto bareng tapi tidak ada kesempatan. Pertama personel SLANK tersebut ke kamar mandigak keluar-keluar, kedua saya gak bawa kamera karena sedang dipinjam teman untuk wisuda adiknya. Menunggu Bapak lama sekali karena Handphone beliau sudah terintegrasi dengan camera digital. Tidak begitu kecewa sihh hanya ada agak sedikit gimana gituu.....

Selanjutnya dilanjutkan makan siang, dalam perjalanan penyakit saya kambuh "kok cewek-cewek di jogja cakep-cakep yaahh?? :D". Setelah makan Mama+Bapak melanjutkan perjalanan ke Wonosobo sedangkan saya tetap transit di Jogja. Berhubung diberi mandat untuk beli printer tipe PSC (Printer-Scan-Copy) saya langsung melaju ke toko komputer Menara Timur di daerah Babarsari bersama Made (Temen Dik Deny). Di Menara Timur ketemu mas Jarwo (Pemilik toko komputer) sehingga beli printernya bisa murah :) dari harga yang ditawarkan pada awalnya. Printer yang didapat HP F380.

Printer sudah dibeli langsung dibawa ke kost Dek Deny. Sehubungan saya datang ke Jogja adalah Office Day dan Office Hour saya sempatkan ke Telkomsel untuk mengganti kartu Simpati. Bukan Ganti Nomor. Kartu yang dimiliki saya hanya memuat 100 phonebook oleh sebab itu ingin saya upgrade. Namun Made laper ya udah akhirnya mampir dulu Mc D's Sudirman. Cukup beli kentang goreng dan minuman kemudian jalan kaki ke Grapari Telkomsel karena jaraknya tidak jauh. Padahal dulu saya jalan sekitar 100m saja mesti naik motor sekarang jalan kaki (terbiasa di Jakarta). Tanpa punya rasa malu makan sambil jalan :D, Made masih malu-malu namun saya paksa, hehehehe.......... akhirnya mau juga.

Memang cukup aneh makan kentang goreng sambil jalan enaknya duduk dan menikmati pemandangan tapi inilah saya "cuek aja". Ganti kartu tidak ribet dan tidak antri seperti di Jakarta. Mudah isi Form dan diganti kartunya tanpa ada biasa administrasi. Sewaktu di Jakarta saya harus mengeluarkan biaya administrasi sebesar Rp. 15.000 di Grapari Wisma Mulia Jl. Gatot Subroto. Made juga sekalian setting MMS untuk ngirim foto ke cowoknya. Berhubun kentang goreng masih banyak makan pun dilanjutkan dibawah pohon deket Mc D's. Sudah lama saya tidak seperti ini.

Selesai makan bingung mau jalan kemana. Saya ingin ketemu Pak Redy salah pengajar SMA 7 Jogja yang sangat konsen dengan LINUX. Sebelum ke Jogja saya masih sempat chatting dengan beliau. Berhubung jarak yang cukup jauh dan sudah sore saya putuskan main ke kampus IFUPNYK tercinta. Kangen banget jalan-jalan yang kulalui kekampus.

Sesampai di kampus saya justru bingung banyak adek-adek IFUPNYK masih kumpul-kumpul. Saya berfikir kampus akan sepi adek-adek MABA. Ternyata diluar dugaan masih saja ada yang betah di Kampus :p. Cukup kangen-kangenan dengan adek-adek saya menanyakan tentang akses internet yang berbasis WI-FI alias hotspot. Membawa laptop disekitar IFUPNYK tidak asing. Dulu saya kalau memabawa laptop masih malu-malu sekarang sudah buka sana-sini. Alhamdulillah pihak Kampus sudah memberikan akses internet secara gratis kepada mahasiswa. Setelah saya lulus sempat akses di stop dengan alasan yang macam-macam.

Kondisi kampus saat ini sedang direnovasi pasca Gempa. Cukup sedih melihat kondisi kampus yang nyaris roboh. Walaupun seperti masih tetap kami singgung tentang jumlah Access Point (AP). Kalau anak-anak BEM FTI pengembangan kampus pasti diarahakan fisik kampus misal keramik. Kalau bagi saya akses internetnya mana? Jumlah Access Point berapa? Ternyata jumlah AP yang dipunya adalah 3 dengan kondisi 1 rusak. Jadi yang digunakan untuk koneksi hanya 2 sangat terbatas :( . Namun sudah cukup bagi UPN tapi kurang bagi IFUPNYK. Rumah Petir sudah mulai hidup kembali untuk menikmati internet gratis.

Di kampus saya tertuju 2 hal, pertama ada yang ngumpul-ngumpul di depan Lab. Jurusan Teknik Pertamabangan dan kedua dibawah pohon. Adek-adek yang ngumpul-ngumpul di depan Lab. saya anggap biasa. Saya cukup kaget adek-adek yang ngumpul di bawah pohon ternyata Al-Khawarizmi (Forum Dakwah Islam T. Informatika). Cukup tercenganng kok masih masih saja ada yang gila seperti Al-Khawrizmi angkatan 99 yang dipimpin oleh Dhimas. Anak-anak Al-Khawarizmi yang sekarang benar-benar beda antara cowok-cewek ngumpul satu tempat tanpa dipisah dengan "hijab". Pesertanya pun tidak harus pake jilbab. saya melihat 2 orang yang berjilbab dari 5 orang (kalo tidak salah). Berbeda sekali dengan KMI (Keluarga Mahasiswa Islam) UPN yang sebagai induk Unit Kegiatan Mahasiswa. Kesan saya adalah KEREN Al-Khawarizmi kaya dulu lagi tetap kompak, moderat, tidak memaksa, bersahaja. Versi yang sekarang sudah berbau teknologi informasi. Rapat saja menggunakan Laptop kaya diperkantoran :D. Buat adek-adek IFUPNYK pertahankan semangat kalian dan tetap kompak.

Ternyata ngobrol-ngobrol dan temu kangen memakan waktu sehingga tidak sadar sudah sore. Akhirnya saya pulang ke kost Dek Deny, dia dah nunggu saya kelamaan karena kunci kamar saya bawa :p. Setelah Magrib pengennya makan "angkringan" di Gejayan namun acara berubah. Dek Deny dapat beasiswa jadi pengen traktir-traktir akhirnya memutuskan makan di WS (Waroeng Steak) di Colombo. WS Colombo adalah tempat dimana steak pertama yang saya makan bersama seorang wanita yang telah mengecewakan saya. Di WS jadi penuh kenangan dan rasa jengkel terkadang kalau ingat-ingat "wanita itu". Inginnya makan steak tapi ada menu baru yaitu Nasi Paprika Sapi dan Nasi Paprika Ayam. Penasaran saya ingin mencoba, ternyata rasanya pedas sekali :( .

Masih kurang puas perjalanan dilanjutkan ke Ambarukmo Plaza hanya sekedar jalan-jalan saja. Akhirnya beli minuman di Taman Sari Food Court. Berbeda dari dulu food court ini. Dulu waktu saya datang untuk membeli makanan atau minuman harus menukarkan "duit-duitan" seperti monopoli saja :) . Saya beli TeBot (Teh Botol), minum dikit demi dikit sambil menikmati pemandangan yang "wauw". Tidak jaulah dengan Jakarta, Rok Mini juga ada, pus**r juga ada, belahan pa**da** juga banyak. Minuman Dek Deny gak habis trus saya habiskan kebetulan itu Lemonade sehingga buat obat batuk saya. Alhamdulillah, saat ini batuk saya berkurang setelah minum Lemonade.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00 akhirnya kami pulang. Sesampai di kost Dek Deny pekerjaan masih menanti yaitu install driver HP F380 dari melihat perkembangan Ubuntu Comunnity Meeting. Sayang sekali sudah tidak menyimak. Walau tidak menyimak ada hasil bahwa Indonesia sekarang sudah resmi menjadi Komunitas Ubuntu Lokal regional Indonesia. Installasi driver printer cukup melelahkan akhir selesai juga. Ngantuukk banget saya harus tidur karena pagi-pagi harus ke bandara lagi untuk Jakarta. Pagi-pagi sudah dibangunkan Dek Deny kemudian dianter Made ke Bandara dengan menggunakan Adam Air yang paling pagi yaitu 06.30. Penerbangan delay sekitar 15-20 menit karena masalah operasional dan manajemen.

Di Bandara Adi Sucipto ketemu dengan Pak Bambang aka bpdp dari Akakom . Beliaulah yang mengajari saya untuk tetap menggunakan Linux dan join ke komunitas Linux. BPDP membangkitkan KPLI Jogja yang telah pingsan dengan konsep "learning by doing". Alhamdulillah KPLI Jogja sekarang sudah bisa merangkak berkat wejangan BPDP.

Aseli ini seru banget. Terimakasih semuanya.............................

2 comments:

  1. Pak Redy SMU Negeri 7 jogja mas? yang mana ya? wah kok saya malah telat dapet info ini ya.....

    ReplyDelete
  2. Ya, itu SMA N 7 Jogjakarta http://seveners.com/
    Beliau sering chatting dengan saya masalah Linux. Bahkan beliau menerapkan Samba PDC.bisa kontak YM! ukickey. Domain yg urus mas Thomas alumni SMA 7 Jogja juga.

    ReplyDelete

Disqus for Dedy selalu Milisdad