08 December 2009

Bukan Saatnya Plug and Play

Antara sistem operasi dan hardware terkadang ada konspirasi yang membuat kita bingung. Pada saat menancapkan hardware baru tidak langsung dapat kita gunakan. Namun ada yang menyatakan bahwa hardware-nya Plug and Play. Memang betul Plug atau menancapkan hardware baru dan Play atau memainkan installasi driver supaya hardware tersebut dapat digunakan.

Dulu pertama kali saya mengenal Linux ada istilah Plug and Pray.Jadi ketika akan menggunakan hardware baru pada Linux lebih banyak berdo'a. Artinya setelah hardware baru ditancapkan/dipasang dengan menggunakan sistem operasi Linux si-user harap-harap cemas semoga hardware yang baru dipasang terdeteksi dan dapat digunakan di Linux. Namun ini hanya candaan semata tidak bermaksud menjelekan Linux. Namun dibalik itu, do'a yang dibarengi harap-harap cemas ternyata membawa hikmah dikehidupan sekarang.

Selain ada istilah Plug and Play dan Plug and Pray, saya mengenal Plug and Print. Ini benar-benar terjadi ketika saya menancapkan printer kesebuah netbook dengan sistem operasi Ubuntu Netbook Remix 9.10. Benar-benar tidak disangka bahwa printer yang saya tancapkan langsung bisa saya gunakan tanpa ada installasi driver printer. Merk printer yang saya gunakan adalah Samsung dengan tipe ML-1210.
Saya tanpa melakukan konfigurasi apapun hanya tancapkan kabel USB printer dan tiba-tiba langsung sudah muncul dalam daftar printer yang siap digunakan. Untuk disesuakan kebutuhan cukup setting printer seperti biasa. Ini sungguh ajab bagi saya. Berikut video yang sempat saya dokumentasikan.

2 comments:

Disqus for Dedy selalu Milisdad