01 January 2010

Gurita Cikeas dan Gus Dur


Tahun baru 2010 ini diakhiri dengan beberapa berita yang menghebohkan. Bahkan berita-berita dalam minggu-minggu ini akan tetap mewarnai tahun 2010. Berita yang menghebohkan diantaranya terbitnya buku Membongkar Gurita Cikeas terbitan Galangpress. Penerbit Galangpress yang berlokasi di Yogyakarta tergabung dalam Galangpress Group. Galangpress merupakan salah satu penerbit buku tentang politik, sosial dan kemanusiaan. Selain berita tentang hebohnya buku Membongkar Gurita Cikeas, bangsa Indonesia sedang berduka karena kehilangan beberapa putra terbaik bangsa. Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau biasa dikenal Gus Dur dan Menteri Perhubungan dan Pariwisata Kabinet Pembangunan I Franciscus Xaverius Seda atau dikenal Frans Seda meninggal dunia diakhir tahun 2009.


Belakangan ini memang sedang ramai membicarakan tentang buku Membongkar Gurita Cikeas karangan George Junus Aditjondro. Bahkan banyak juga status di Facebook, Plurk, dan Twitter yang mengharapkan salinan buku karangan George Junus Aditjondro berupa berkas digital alias mengingingkan download/unduh buku Membongkar Gurita Cikeas. Beberapa berita di media massa memberitakan buku Membongkar Gurita Cikeas banyak dicari di toko-toko buku. Saya tidak begitu mengikuti perkembangan berita tentang buku Membongkar Gurita Cikeas ini karena kesibukan yang cukup menyita waktu saya. Saya selalu mencoba mengakses Planet Ubuntu-ID. Ternyata saya melihat video bahwa ada aksi George Junus Aditjondro, di blognya mas Wisu.

Disela-sela ramainya tentang buku karangan George Junus Aditjondro dengan judul Membongkar Gurita Cikeas. Bangsa ini kembali berduka dengan meninggalnya Gus Dur yang merupakan Presiden RI ke-4. Akhirnya media massa pun beramai-ramai mencoba meliput atau mendapatkan berita tentang wafatnya Gus Dur. Sampai-sampai berita wafatnya Menteri Perhubungan dan Pariwisata Kabinet Pembangunan I, Frans Seda tidak begitu terdengar.

Gus Dur meninggal sekitar pukul 18.45 di RSCM Jakarta. Gus Dur dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Saya belum pernah main ke Tebuireng, menurut ibu saya tempat tinggal keluarga besar saya dekat dengan Tebuireng. Kebetulan saya juga kelahiran Jombang. Cuma numpang lahir saja hehehehe......

Kesibukan saya benar-benar menyita waktu saya untuk update berita. Ketika pulang kerja disela-sela warga kampung menyiapkan acara tahun baru 2010, bendera setengah tiang pun sudah dikibarkan. Bendera setengah tiang yang menandakan hari berkabung bangsa ini karena kehilangan tokoh bangsa yang telah berjasa kepada bangsa dan negara.

Saya turut berduka cita atas meninggalnya tokoh bangsa ini, Gus Dur dan Frans Seda. Semoga amal ibadahmu diterima disisiNYA. Keluarga yang ditinggalkan semoga tetap sabar dan tabah. Amiin....

Saya juga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010, semoga tahun ini kita semua dapat lebih baik dari tahun kemarin. Selamat beraktifitas dan selalu semangat.

No comments:

Post a Comment

Disqus for Dedy selalu Milisdad