28 February 2011

Ahli Cat jadi Ahli Batu


Keahlian orang memang tidak bisa disamaratakan satu sama lain. Makanya dibeberapa organisasi sudah membagi sesuai dengan keahlian masing-masing. Berhubung saya banyak berkecimbung dibidang TIK sering menjumpai hal-hal yang menyamaratakan kemampuan TIK. Sebagai contoh nyata adalah suatu istilah Pranata Komputer. Sampai saat ini saya belum paham semua jabatan sebagai Pranata Komputer. Silakan yang paham mohon bisa meninggalkan pesan di komentar.

Dalam tulisan ini bukan Pranata Komputer yang menjadi inti penulisan. Ini hanya sebagai contoh dibidang TIK. Di bidang konstruksi juga tidak beda jauh. Sebagai contoh kita sering menyebut jabatan tukang. Asumsinya seorang tukang bisa menyelesaikan semua yang berhubungan dengan konstruksi. Asumsi yang seperti ini adalah SALAH.

Terbukti ditempat kami. Dalam persyaratan kami yang dibutuhkan tukang untuk membangun rumah. Datanglah sang tukang untuk membangun rumah. Pada awalnya baik-baik saja. Setelah masuk minggu ketiga, progress pekerjaan tidak ada peningkatan yang bagus. Jika digambar dengan garis, hanya sebuah garis datar saja. Tentunya ini aneh dan membuat kami curiga.

Kami mencoba koreksi lagi tentang rekrutmen tukang dan mencari informasi tentang keahlian tukang tersebut. Dari hasil analisa, kami salah memilih tukang. Tukang yang kami butuhkan adalah untuk membangun konstruksi rumah seperti tembok, pondasi dan lain-lain. Tukang yang bekerja ternyata keahliannya bukan sebagai tukang batu namun tukang cat. Berdasarkan informasi tukang cat ini memang sangat ahli mengecat tembok bahkan rapi dalam pekerjaan. Alhasil rumah yang dibangun pun tidak bagus dan tidak sesuai perencanaan. Garis merah yang kami ambil adalah keahlian seseorang tidak bisa disamaratakan satu sama lain termasuk dalam istilah jabatan seseorang.

Location : Jalan Kaliurang, Ngaglik,

No comments:

Post a Comment

Disqus for Dedy selalu Milisdad