28 May 2012

Legal dan Berhemat Menggunakan FOSS

Dengan adanya Surat Menteri Keuangan No. S-163/MK.02/2012 tentang Pemotongan Anggaran Kementerian/Lembaga dalam RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2012, saya pikir pemerintah bisa hemat sekitar Rp. 288 milyar jika menggunakan Free Open Source Software. Asumsi saya adalah sebagai berkut :
1. Indonesia terdiri dari 33 Provinsi.
2. Setiap Provinsi termasuk kabupaten dan kota total memiliki 3000 komputer.
3. Harga MS Office Home dan Business 2010 (versi Windows) saya perkirakan seharga Rp. 1.750.000 walaupun di Bhinneka.com lebih mahal per 28 Mei 2012.
4. Semua komputer sudah mempunyai lisensi yang benar untuk sistem operasi baik MS Windows, Linux dan Mac OS.
5. Setiap komputer memiliki MS Office.

Saya tidak paham hitungan bisnis yang benar. Saya hanya melakukan perhitungan sederhana di Sekolah Dasar. Dengan 5 asumsi diatas maka saya menghitunganya adalah :
33 Provinsi x 3000 Komputer x Rp. 1.750.000 = Rp. 288.750.000.000
Maka biaya yang harus dikeluarkan negara adalah sekitar Rp. 288 miliar untuk pembelian MS Office saja. Belum termasuk pembelian peranti lunak lainnya. Jika MS Office diganti dengan LibreOffie atau OpenOffice yang bisa diunduh secara bebas dan lisensinya juga bebas, pastinya negara akan menghemat sekitar Rp. 288 miliar. Selain hemat pastinya Legal karena menggunakan peranti lunak yang sudah sesuai dengan lisensi.

Ini hanya sekedar hitungan sederhana dan asumsi, jika terjadi ketidaktepatan dalam implementasi baik lebih mahal atau lebih murah saya kurang memahami. Selain itu saya juga tidak memiliki data yang valid tentang jumlah komputer di pemerintah provinsi, kabupaten ataupun kota, yaa sekali lagi hanya asumsi saja.

Referensi :

No comments:

Post a Comment

Disqus for Dedy selalu Milisdad