20 October 2012

Point of Sales Tidak Berfungsi atau?

Hari Jumat memang sangat cocok untuk berolahraga, pagi hari diawali dengan mendorong motor sekitar 1 KM  untuk mencari jasa tambal ban. Ternyata di pagi hari jarang jasa tambal yang sudah memulai aktivitasnya. Selain kondisi tersebut jarak antar jasa tambal ban cukup jauh. Dari sisi kompetisi cukup bagus.

Akhirnya ditemukan jasa tambal ban yang dikomandani oleh seorang bapak tua yang berumur kurang lebih 50 tahun. Saat diperiksa ternyata ban dalam harus diganti yang baru. Bapak tambal ban menyarankan untuk membeli ban dalam ke sebuah dealer motor yang berjarak kurang lebih 50 M. Sebelum bercerita lebih lanjut yang perlu dicatat baik-baik adalah motor saya berjudul Hoho.

Dealer yang terdekat dengan tempat tambal ban adalah dealer khusus kendaraan berjudul Yaya. Saya pikir kerusakan pada motor saya sifatnya generik bahkan saya sudah diberi pesan bapak-bapak tambal ban untuk membeli Ban Dalam 275 Ring 17. Saya pikir hal ini sudah sangat jelas. Masuklah saya ke Dealer Yaya, masih agak sepi tapi saya nekat duduk. Kebetulan ada sang bos dealer Yaya.
Bos : ada yang bisa dibantu...
Saya : Saya mencari ban dalam
Bos : *melambaikan tangan ke anak buahnya* 
Mas X : Gimana mas mau nyari suku cadang apa?
Saya : Mau nyari ban dalam ukuran 275 ring 17
Mas X : Motornya apa?
Saya : Hoho Pit
Mas X : Ooo...Sebentar mas petugasnya belum datang, sepertinya barangnya ada di belakang
Saya : Harganya berapa?
Mas X : Yaa...sekitar 20an...
*5 Menit kemudian*
Mbak X : Cari apa mas?
Saya : Cari ban dalam 275 ring 17
Mbak X : Motornya apa?
Saya : Hoho
Mbak X : Sebentar yaa masa *ke belakang mungkin ke gudang memeriksa ketersediaan barang*
*datanglah mbak Y*
Mbak Y : Cari apa mas?
Saya : Cari ban dalem, tadi sudah kok...
*datanglah mbak X*
Mbak X : wah gak ada mas, habis.
Saya : waduh...deket sini mana lagi yaa mbak?
Mbak X : Disebelah selatan ada Dealer Hoho, deket kok...
Saya : Makasi mbak...

Dalam hati saya, dealer motor sebesar ini tidak ada sistem penjualan semacam Point of Sales (POS) yang bisa memeriksa ketersediaan barang. Hal ini juga sering terjadi saat saya belanja di suatu tempat bertuliskan mart, sering kali saya menanyakan sebuah produk bukannya diberikan solusi tapi disuruh menunggu dan petugas memeriksa barangnya secara fisik di gudang. Pengalaman seperti ini pernah saya ungkapan di Ubuntu-ID Summit 2012 kepada pengembang AhadPOS. Jawaban pengembang AhadPOS hal-hal seperti diatas tidak perlu terjadi karena pada sistem POS bisa memeriksa ketersediaan barang.

Bisa jadi penyebabnya adalah saya membeli suku cadang generik berupa ban dalam untuk motor Hoho di dealer Yaya. Walaupun dapat mengalaman cukup aneh tapi saya dibayar dengan pengalaman yang menarik dari bapak tambal ban. Usia boleh tua tapi pengalaman penjaminan mutu sangat baik. Terilhat saat saya memberikan suku cadang ban dalam, bapak itu langsung membuka kemasan dan memeriksa suku cadang dengan memastikan bahwa ban dalam tidak bocor. Pengalaman seperti ini tidak pernah saya lihat di Dealer resmi mana pun, suku cadang tersedia langsung pasang tanpa memeriksa jaminan mutunya. Selain itu juga memberikan layanan ekstra yang disesuaikan kebutuhan saya seperti pijakan rem yang sesuai selera dan tekanan angin yang disesuaikan dengan anak muda yang biasanya berboncengan dengan pasangan saat menikmati akhir pekan. Selamat ber-akhir pekan.

No comments:

Post a Comment

Disqus for Dedy selalu Milisdad