03 March 2011

Peilita Air, Unique Air Venture

Sesuai dengan slogan yang tertulis di airsickness bag, Pelita Air memang cukup unik. Perusahaan yang mengkhususkan diri pada layanan penerbangan carter. Saya baru pertama kali ini naik Pelita Air. Dulu sewaktu masih kecil sering mendengar cerita tentang Pelita Air. Bahkan foto pesawat yang ada dirumah adalah Pelita Air. Diduga sewaktu melakukan evakuasi korban gas beracun di Dieng sekitar tahun 1980-an akhir adalah Helikopter milik Pelita Air yang mendarat di alun-alun Wonosobo. Saya lupa-lupa ingat cerita tentang hal itu karena saya masih kecil.

Kali ini saya melakukan penerbangan dari Balikpapan menuju Bontang menggunakan Pelita Air. Pesawat yang digunakan adalah Dash-7 yang mempunyai mampu dioperasikan dari airfield sepanjang 600 meter. Pesawat yang dibuat tahun 1975 ini masih beroperasi untuk penerbangan Balikpapan (BPN) - Bontang (BXT). Menurut Rijal, dari dulu sampai sekarang pesawat yang digunakan oleh karyawan maupun keluarga PT Badak atau PT Pupuk Kaltim adalah pesawat Dash-7 yang mempunyai 4 baling-baling. Informasi tentang Dash-7 bisa dilihat pada wikipedia.

Masih penuturan Rijal, dari dulu tiket yang digunakan juga masih sama seperti yang dibawah ini. Untuk mendapatkan tiket penerbangan ke Bontang, jauh-jauh hari harus sudah melaporkan ke PT Pupuk Kaltim atau PT Badak. Jadi ketika sampai di Bandara Udara Internasional Sepinggan hanya tinggal konfirmasi ulang di loket PT Pupuk Kaltim atau PT Badak. Kebetulan saya melalui loket PT Pupuk Kaltim.

Mendarat di Bandara Bontang saya sempat di tegur bapak-bapak, jangan melakukan aktivitas foto-foto disekitar bandara yang dikelola oleh PT Badak ini. Saya sekedar memfoto Air Traffic Control Bandara. Tapi saya justru melihat banyak sekali foto-foto tentang Bandar Udara Bontang di Forum Indoflyer. Semoga menjadi perjalanan yang menarik dan unik.

3 comments:

  1. Alhamdulillah.... Saya tunggu kehadirannya kembali di KalTim. ;)

    ReplyDelete
  2. Gitu ya Pak.. kira2 kenapa ya kok ga boleh foto2? Kan asal tidak sampai mengganggu kayaknya ga apa2.. (unsure)

    ReplyDelete
  3. @rijal:
    seru juga...
    @rahmatmh:
    Bandara tersebut sifatnya private bukan bandara publik dan menyangkut asset milik perusahaan LNG Badak.

    ReplyDelete

Disqus for Dedy selalu Milisdad